Kelangkaan Oksigen di Puskesmas Cibaliung, Pasien Kritis Terpaksa Dirujuk atau Pulang

Kelangkaan Oksigen di Puskesmas Cibaliung, Pasien Kritis Terpaksa Dirujuk atau Pulang

Cibaliung, 26 Januari 2026 – Sejumlah warga Kecamatan Cibaliung menyuarakan kekecewaan atas minimnya pelayanan kesehatan di puskesmas setempat, khususnya terkait ketersediaan oksigen medis yang hampir tidak ada. Kondisi ini menyebabkan pasien yang membutuhkan perawatan darurat dengan oksigen tidak dapat dilayani dan terpaksa dirujuk atau bahkan pulang.

Keluhan ini disampaikan oleh salah seorang keluarga pasien pada Minggu (25/1/2026), yang mengalami langsung kesulitan saat membawa anggota keluarganya yang sakit ke salah satu puskesmas di wilayah tersebut.

"Kami datang dengan harapan bisa mendapat pertolongan, tetapi ternyata fasilitas oksigen sangat minim. Petugas menyatakan tidak bisa melakukan perawatan yang dibutuhkan," ujar keluarga pasien yang tidak ingin namanya dipublikasikan.

Menurut pengakuannya, pasien yang membutuhkan terapi oksigen terpaksa diberikan dua opsi: pulang kembali atau dirujuk ke rumah sakit terdekat. Opsi rujuk kerap menjadi beban tambahan karena jarak dan biaya transportasi yang tidak sedikit, sementara kondisi pasien membutuhkan penanganan segera.

"Kekecewaan kami ini karena merasa pelayanan dasar sekali seperti oksigen saja tidak tersedia. Padahal, ini bisa jadi penentu nyawa untuk pasien sesak napas, trauma, atau kondisi gawat darurat lainnya," tambahnya.

Insiden ini menyoroti ketidaktersediaan fasilitas penunjang darurat yang vital di fasilitas kesehatan primer (FKTP) di daerah tersebut. Puskesmas seharusnya menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan dasar, termasuk penanganan stabilisasi awal pasien kritis sebelum dirujuk.

Hingga berita ini dibuat, belum ada pernyataan resmi dari pihak Puskesmas terkait atau Dinas Kesehatan setempat mengenai penyebab kelangkaan oksigen dan langkah penanganan ke depannya.

Masyarakat berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah untuk segera mengatasi masalah ini, mengingat ketersediaan oksigen medis adalah kebutuhan mutlak dalam layanan gawat darurat, terutama di daerah yang jaraknya relatif jauh dari rumah sakit rujukan, (Han/Red).