Rehabilitasi Ruang Kelas Pada Skolah Menengah Pertama Negeri 2 Cilograng Diduga pekerjaan Tidak Memuaskan
Redaksi-one.com
Lebak-Banten/Pelaksanaan Rehabilitasi Ruang Kelas pada Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Cilograng.
Jln Raya Bayah-Cibareno Km 20 Cikatomas Kecamatan Cilograng Kabupaten Lebak.
Dengan menghabiskan anggaran sebesar Rp 813.603.000 (Delapan ratus tiga belas juta, enam ratus tiga ribu rupiah)
Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025
Dikerjakan CV. Subur Makmur Sentosa Selama 90 hari kalender, mendapat sorotan Ormas Jaringan Relawan Untuk Masyarakat (JARUM) Senin 6-10-2025
Berdasarkan keterangan Iskandar (Humas Jarum) Atau yang lebih dikenal dengan sebutan Bang Kumis, dari hasil investigasi di tempat kejadian perkara (TKP)
Pelaksanaan rehab ruang kelas pada
SMPN 2 Cilograng, diduga dilaksanakan asal jadi.
Pasalnya ditemukan ruang kelas yang direhab, terdapat dinding yang retak diberbagai sudut, plapon enternit terkelupas atau sambungannya terlepas.
Senada dengan keterangan Kepala Sekolah SMPN 2 Cilograng, Edy Setiadi.
Menurutnya, rehabilitasi ruang kelas itu baru saja dilakukan Provisional Hand Over (PHO) bahkan penyerahan kuncinyapun saya dapatkan dari penjaga sekolah saya. Terangnya
Masih kata Iskandar, sangat disayangkan, proyek pemerintah yang dibiayai dengan APBD tersebut, justru tidak mengedepankan kualitas.
Bila dibiarkan terus begini tanpa pengawasan yang maximal, dihawatirkan akan menjadi preseden buruk dikemudian hari, oleh sebab itu Kabid SMP khususnya bidang Sarana dan Prasarana (Sapras) agar segera melakukan evaluasi.
Terpisah, dihubungi melalui telpon selulernya Kasi Sapras Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Iman, sama sekali tidak ada jawaban, begitupun Via WhatsApp, tak memberikan respon apapun, padahal terlihat sudah contreng dua pertanda Wa telah dibaca.
Sementara Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Ibnu.
Sekaligus sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) saat ditemui diruang kerjanya, mengatakan, terkait temuan kawan kawan media dilapangan, sebetulnya pekerjaan itu baru PHO, sekarang sedang memasuki masa pemeliharaan, jadi kita tunggu saja masa pemeliharaanya, diperbaiki atau tidak, bila tidak, maka konsekuensinya ada dipemborong, terangnya
Hingga berita ini diterbitkan, pihak CV Subur Makmur Sentosa, belum memberikan pernyataan resmi atau klarifikasi terkait temuan di lapangan.
Raey

Raey 












