Orang Tua Murid SDN Pasirlancar 2 Keluhkan Kegiatan Pramuka, Pembelajaran, dan Pengelolaan PIP
Pandeglang — Sejumlah orang tua/wali murid SDN Pasirlancar 2 Desa Pasirlancar Kecamatan Sindangresmi menyampaikan sejumlah keluhan terkait kegiatan sekolah, mulai dari pelaksanaan kegiatan Pramuka, proses pembelajaran, hingga mekanisme pengelolaan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP).
Dalam kegiatan Pramuka dan kemah, wali murid mengeluhkan kondisi anak-anak yang disebut mengikuti kegiatan jelajah Gunung Karang tanpa terlebih dahulu mendapatkan sarapan pagi. Kondisi tersebut membuat sebagian peserta didik merasa lapar ketika mengikuti aktivitas yang membutuhkan tenaga cukup besar.
Orang tua berharap kegiatan di luar sekolah, khususnya yang melibatkan aktivitas fisik, dapat disiapkan dengan memperhatikan kebutuhan dasar peserta didik, termasuk konsumsi makanan dan minuman yang memadai.
Keluhkan Kehadiran Guru dan Proses Pembelajaran Keluhan lain juga disampaikan sejumlah wali murid mengenai proses pembelajaran.
Mereka mempertanyakan kehadiran guru di sekolah yang dinilai perlu mendapat perhatian.
Menurut keterangan yang disampaikan wali murid, terdapat keluhan bahwa guru disebut beberapa kali tidak hadir dalam kegiatan pembelajaran.
Bahkan, ada informasi yang menyebut sebagian guru lebih banyak berada di luar sekolah untuk menjalankan aktivitas lain, termasuk pergi ke sawah pada musim tanam atau musim panen.
Kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak terhadap efektivitas proses belajar mengajar dan waktu belajar peserta didik.
Para orang tua berharap pihak sekolah dapat memastikan kegiatan pembelajaran tetap berjalan secara optimal dan kehadiran tenaga pendidik sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Wali Murid Pertanyakan Pengelolaan PIP
Selain persoalan kegiatan Pramuka dan pembelajaran, wali murid juga mempertanyakan mekanisme bantuan Program Indonesia Pintar (PIP).
Informasi yang disampaikan, bantuan PIP sejumlah siswa disebut masih berada pada tahap aktivasi rekening dan belum diterima oleh siswa atau orang tua. Namun, muncul keluhan mengenai adanya permintaan uang yang disebut sebagai uang bensin.
Menurut keterangan wali murid, uang tersebut disebut dikumpulkan secara kolektif melalui salah satu wali murid. Hal ini menjadi pertanyaan karena, menurut mereka, belum ada musyawarah atau kesepakatan bersama mengenai pengumpulan uang tersebut.
Wali murid berharap pihak sekolah dapat memberikan penjelasan secara terbuka mengenai dasar permintaan uang tersebut, tujuan penggunaannya, serta pihak yang menginisiasi pengumpulan dana.
Minta Klarifikasi dan Pengawasan
Berbagai keluhan tersebut diharapkan menjadi perhatian pihak sekolah maupun instansi terkait. Klarifikasi diperlukan agar tidak terjadi kesalahpahaman dan seluruh persoalan dapat diselesaikan berdasarkan fakta serta ketentuan yang berlaku.
Untuk menjaga keberimbangan pemberitaan, informasi mengenai dugaan ketidakhadiran guru, aktivitas guru di luar sekolah, maupun permintaan uang terkait PIP perlu dikonfirmasi kepada pihak SDN Pasirlancar 2 dan pihak terkait lainnya.
Orang tua pada prinsipnya berharap sekolah dapat memberikan pelayanan pendidikan yang maksimal, memastikan proses pembelajaran berjalan efektif, serta menjaga transparansi dalam setiap kegiatan yang berkaitan dengan peserta didik dan bantuan pendidikan.
Keluhan wali murid ini menjadi masukan penting agar kualitas pembelajaran, kedisiplinan tenaga pendidik, pelaksanaan kegiatan siswa, serta pengelolaan bantuan pendidikan dapat berjalan secara transparan, tertib, dan berpihak pada kepentingingan peserta didik.














