Proyek Pokpan Kandang Ayam Disorot, Warga Keluhkan Minimnya Informasi dan Keselamatan Kerja

Proyek Pokpan Kandang Ayam Disorot, Warga Keluhkan Minimnya Informasi dan Keselamatan Kerja


PANDEGLANG — Pelaksanaan proyek pembangunan Pokpan kandang ayam di wilayah Desa Ciherang, Kecamatan Picung Kabupaten Pandeglang, mendapat sorotan. Sejumlah permasalahan di lapangan yang dikeluhkan masyarakat, mulai dari tidak terlihatnya papan informasi proyek, minimnya rambu keselamatan di sekitar akses keluar-masuk kendaraan proyek, hingga penggunaan alat pelindung diri (APD) oleh pekerja.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, akses lokasi keluar-masuk kendaraan proyek berada tidak jauh dari tikungan jalan raya dan berdekatan dengan lingkungan sekolah. Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius karena aktivitas kendaraan proyek berpotensi berinteraksi langsung dengan pengguna jalan dan pelajar yang melintas.


Warga melihat mengapa belum terlihat rambu-rambu peringatan maupun pengaturan keselamatan lalu lintas di sekitar akses proyek, terutama pada titik yang dianggap rawan kecelakaan.
Selain aspek keselamatan lalu lintas, warga juga menyoroti keselamatan para pekerja. Mereka menyebut masih terdapat pekerja yang diduga tidak menggunakan perlengkapan keselamatan kerja atau safety/APD secara lengkap saat berada di area proyek.

“Yang kami khawatirkan bukan hanya pekerjaan proyeknya, tetapi juga keselamatan masyarakat dan para pekerja. Lokasinya dekat tikungan dan sekolah, sehingga harus ada rambu serta pengaturan kendaraan proyek,” ujar salah seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.


Papan Informasi Proyek Dipertanyakan
Ketiadaan papan informasi proyek juga menjadi perhatian. Masyarakat berharap setiap pekerjaan pembangunan dapat dilengkapi informasi yang jelas mengenai nama kegiatan, sumber anggaran, nilai kontrak, pelaksana pekerjaan, waktu pelaksanaan, serta pihak yang bertanggung jawab.
Menurut warga, keterbukaan informasi tersebut penting agar masyarakat dapat ikut melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan pembangunan di lingkungannya.

Selain masalah keselamatan dan transparansi proyek, muncul pula keluhan terkait distribusi atau pengiriman material proyek yang disebut-sebut dikuasai oleh Kepala Desa Ciherang bersama salah satu anggota keluarganya.

Informasi tersebut masih berupa keluhan dan perlu dikonfirmasi kepada pihak-pihak terkait. Jika benar terdapat keterlibatan pihak tertentu dalam pengadaan atau distribusi materi, mekanisme masyarakat yang meminta dan dasar keterlibatannya dapat dijelaskan secara terbuka agar tidak menimbulkan pertanyaan mengenai potensi konflik kepentingan.
Masyarakat meminta kontraktor, pengelola proyek, pemerintah desa, serta pihak terkait memberikan penjelasan mengenai pelaksanaan proyek tersebut.
Warga juga berharap instansi yang memiliki kewenangan melakukan pengawasan turun langsung ke lapangan untuk memastikan aspek keselamatan kerja, keselamatan lalu lintas, keterbukaan informasi proyek, serta mekanisme pengadaan dan distribusi material telah berjalan sesuai ketentuan.


“Kami tidak mempersoalkan pembangunan. Justru kami mendukung pembangunan, tetapi pelaksanaannya harus transparan, aman, dan tidak mengabaikan keselamatan masyarakat,” ujar warga.
Hingga berita ini dimuat, pihak pelaksana proyek dan Pemerintah Desa Ciherang belum memberikan klarifikasi terkait seluruh keluhan tersebut. Konfirmasi dan hak jawab dari pihak terkait tetap terbuka untuk melengkapi informasi dalam pemberitaan ini.