SKANDAL BESAR! 1.213 CALON PPPK PARUH WAKTU DI PANGGELANG DIDUGA "SILUMAN" BERKELENGKAPAN DOKUMEN PALSU, OKNUM PEJABAT DIDUGA FASILITASI KECURANGAN!

SKANDAL BESAR! 1.213 CALON PPPK PARUH WAKTU DI PANGGELANG DIDUGA "SILUMAN" BERKELENGKAPAN DOKUMEN PALSU, OKNUM PEJABAT DIDUGA FASILITASI KECURANGAN!

PANGGELANG - Aksi unjuk rasa kedua yang digelar oleh Dewan Pengurus Cabang Angkatan Muda Indonesia Raya (DPC AMIRA) Kabupaten Pandeglang pada Jumat (21/11/2025) berhasil membongkar dugaan skandal rekruitmen massal yang menggemparkan. Sebanyak 1.213 orang calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu Tahun 2025 diduga kuat merupakan "pasukan siluman" yang menggunakan surat keterangan kerja palsu untuk lolos seleksi.

Aksi yang berlangsung panas di halaman kantor Bupati dan DPRD Pandeglang ini bukan lagi sekadar unjuk rasa biasa, melainkan tuntutan nyata atas pengkhianatan terhadap amanah publik. Para pengunjuk rasa menuding adanya praktik KKN yang sistematis dan melibatkan oknum-oknum pejabat tinggi di berbagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

"Ini bukan salah sistem, ini salah oknum yang bermain kotor!" tegas Rohikmat, Ketua DPC AMIRA, dengan nada tinggi. Ia menegaskan bahwa skandal ini adalah puncak dari pembusukan birokrasi di Pandeglang yang diduga melibatkan para Kepala Sekolah, UPT Puskesmas, Direktur RSUD Berkah, Direktur RSUD Aulia, hingga sejumlah Kepala OPD. "Bupati harus berani bertindak! Jangan tutup mata! Citra pemerintah sudah membusuk dari dalam!" tambahnya dengan penuh amarah.

Marsuni, Koordinator Lapangan aksi, menambahkan kecaman pedas. "Para pejabat yang tega mengkriminalisasi birokrasi ini harus diberi efek jera. Mereka telah mengkhianati rakyat dan merusak masa depan penerima PPPK yang benar-benar berhak," serunya kepada para wartawan. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak boleh menganggap remeh persoalan besar ini.

Aksi ini merupakan bentuk kekecewaan mendalam atas dugaan kecurangan massal yang difasilitasi pejabat. Jika tuntutan untuk menggugurkan 1.213 calon "siluman" tersebut tidak dipenuhi, AMIRA sudah menyiapkan aksi yang lebih besar. "Kami akan kembali, Jumat (28/11/2025) mendatang, dengan aksi UNRAS Jilid III yang akan lebih massive! Ini peringatan terakhir!" tutup Rohikmat dengan ancaman yang jelas, (Red/Han).