Audinesi Gagal Ke Korwil Patia, Terkait PKBM Bhakti Putra, AMPM Akan Layangkan Laporan Pengaduan Ke APH

Audinesi Gagal Ke Korwil Patia, Terkait PKBM Bhakti Putra, AMPM Akan Layangkan Laporan Pengaduan Ke APH

Redaksi-one.com, Pandeglang, Banten | Eksistensi lembaga pendidikan non formal lembaga Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Bhakti Putra yang dalam dapodik beralamat di Jalan Raya Pagelaran - Perdana tepatnya di Kecamatan Patia Kabupaten Pandeglang kini jadi sorotan publik lantaran adanya indikasi mark up jumlah siswa, Pindah tempat, diduga Ketua Hanya dihadikan Boneka dan tidak adanya proses kegiatan belajar mengajar.

Hal itu disampaikan Zaenal Aktivis AMPM ke media melalui pers rilisnya pada, Rabu (18/02/26). 

"Didalam dapodik jumlah siswa di PKBM Bhakti Putra tercantum 227 siswa namun dari informasi yang berhasil dihimpun disinyalir tidak ada proses kegiatan belajar mengajar (KBM) bahkan ruangan gedung tempat belajarnya tidak ada dan sekedar numpang di Madrasah Anwarul Hidayah (YAHIDA ) Kecamatan Patia, yang lebih parah ketua PKBM yang tercantum didapodik hanya boneka saja", tegasnya. 

Zaenal mengaku sudah melayangkan surat audiesni ke Korwil Disfikpora Patia tapi ada tindak lanjut untuk permohonan data kepada pihak PKBM dalam rangka menjalankan Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik, karena bagi kami sangat sulit untuk menemui H. Bahroni.

"Hingga kini, kami merasa kesulitan untuk menemui H. Bahroni, dari informasi yang kami dapati bahwa H. Bahroni kini bertugas sebagai Sekertaris Kecamatan (Sekmat) di Kecamatan Sukaresmi", jelasnya. 

Kami menduga, H. Ahmad Majdi selaku Ketua PKBM Putra Bhakti di Kecamatan Patia itu hanya sebagai formalitas dan sekedar syarat saja, karena H. Bahroni adalah ASN sedangkan didalam aturan ASN tidak boleh jadi Ketua PKBM", cetusnya. 

Sebelumnya, H. Ahmad Majdi Ketua PKBM Bhakti Putra tidak bisa dikonfirmasi karena nomor kontaknya mati yang kami punya.

Selain itu, salah satu tutor yang tidak mau di sebutkan namanya menuturkan bahwa Bapak H. Ahmad Majdi tidak tahu apa-apa tentang PKBM dan hanya sebatas nama silahkan aja kepada yang bersangkutan yaitu Pak H. Bahroni, buku-buku dan sapras pun semua sudah di angkut ke rumah H. Bahroni di kubangkampil Sukaresmi.

"Segala sesuatu nya beliau yang mengatur kalau Bapak H. Ahmad Majdi mah tidak tahu apa-apa pencairan dan tanda tangan juga H. Bahroni semua," jelasnya Tutor.

Korwil Disdikpora saat di konfirmasi terkait kesiapan Audiensi perihal dugaan manipulasi Kegiatan dan LPJ PKBM Bhakti Putra Patia menyampaikan "Wls,maap pk saya ga bisa masih di serang ,nanti aja pk ,lagi liburan di rumah anak" balasnya.

Lanjut Zaenal, Kami dari AMPM insya allah secepatnya akan layangkan Laporan Pengaduan Ke BPK RI, Ombudsman dan Juga Kejati Banten terkait dengan dugaan manipulasi data dan LPJ PKBM Bhakti Putra Patia. (Wan/Red).