Radar Banten Ajarkan Kedisiplinan ‎//Selamat Ultah Radar Banten Ke-26 ‎

Radar Banten Ajarkan Kedisiplinan  ‎//Selamat Ultah Radar Banten Ke-26  ‎

Redaksi-one I ‎PANDEGLANG – Apresiasi atas perjalanan panjang Radar Banten yang selama ini konsisten menghadirkan pemberitaan menjadi ruang informasi public yang kapabel dan dapat dipercaya ke akuratan data dan informasinya yang mampu mewarnai dinamika pembangunan dan kehidupan sosial masyarakat di Provinsi Banten.    

                                                                                                                          

‎Ucapan tersebut menjadi bentuk penghormatan sekaligus refleksi atas perjalanan sebuah media yang telah hadir dan tumbuh bersama masyarakat Banten dengan harapan ke depan Radar Banten semakin maju terus dipercaya public dan terus menjadi bagian penting dalam ekosistem informasi daerah.

‎Sebagai seseorang yang pernah bekerja di media terbesar di Provinsi Banten Iin Muhlisin yang merupakan Ketua Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Provinsi Banten mempresentasikan bagaimana perusahaan media swasta membentuk pribadinya menjadi seorang yang disiplin dan teliti dalam berbagai hal.

 

‎Ia menceritakan bagaimana media swasta yang sangat mengedepankan profesionalitas dalam bekerja mendidiknya menjadi pribadi yang disiplin dan bertanggungjawab atas waktu dan produk jurnalistik yang dihasilkan. 

‎Pernah dalam suatu kesempatan dirinya terkena penyakit Tipus dan mencoba ijin untuk tidak masuk bekerja akan tetapi pada waktu itu ada peristiwa penemuan mayat korban pembuhunan Warga Bandung yang ditemukan warga di Kecamatan Cikeudal memaksanya untuk tetap harus bekerja.

‎“Saya ingat kata kata Redaktur Pandeglang Bang Azis waktu itu “Apakah kaki masih bisa jalan” Saya jawab masih bisa “Jika masih bisa upayakan untuk kerja ya” Dari sanalah saya benar – benar berikhtiar dalam kondisi apapun jika memang darurat tugas-tugas dari Kantor harus dilaksanakan,” ucapnya.

‎Selain peristiwa itu ia juga menerangkan ada peristiwa lainnya yang menuntut kedisiplinan dalam bekerja seperti pada saat ada peristiwa Truck terguling di Turunan Bangangah Kecamatan Pulosari pada saat itu ia dalam perjalanan ke Kantor Radar Banten dan sudah sampai di Palima-Serang akan karena harus mengejar berita terkait peristiwa tersebut harus memaksanya untuk balik kanan dan langsung mendatangi lokasi kejadian tersebut.

 

‎“Jadi intinya kerja di Radar Banten tidak boleh cengeng, tidak boleh tidak disiplin, dalam kondisi apapun kedisiplinan nomor satu,” jelasnya.

‎Tentunya kedepan ia berharap agar Radar Banten dapat terus beradaptasi dengan perkembangan zaman dan tantangan era digital tanpa meninggalkan semangat menghadirkan informasi yang edukatif, berimbang, dan mencerdaskan publik. ( Red )