‎Pihak SPPG Pasanggrahan Munjul Lakukan Klarifikasi, Kepala SDN Dukuh 2 Sebut Hewan yang Ditemukan Bukan Berasal dari Makanan

‎Pihak SPPG Pasanggrahan Munjul Lakukan Klarifikasi, Kepala SDN Dukuh 2 Sebut Hewan yang Ditemukan Bukan Berasal dari Makanan

Redaksi-one I  ‎Pandeglang – Menyikapi beredarnya pemberitaan terkait temuan yang disebut sebagai cacing dalam menu Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN Dukuh 2 Kecamatan Munjul, pihak dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasanggrahan Munjul di bawah naungan Yayasan Banten Alam Makmur bergerak cepat dengan melakukan penelusuran langsung ke lapangan dan berkoordinasi dengan pihak sekolah guna memperoleh kejelasan atas peristiwa tersebut. 

‎Langkah klarifikasi tersebut dilakukan sebagai bentuk tanggung jawab sekaligus upaya menjaga kualitas layanan Program MBG yang selama ini berjalan. Perwakilan dapur melalui Asisten Lapangan (Aslap) Kholid bersama tim mendatangi SDN Dukuh 2 dan melakukan komunikasi secara langsung dengan pihak sekolah.

‎Dari hasil komunikasi dan klarifikasi yang dilakukan, Kepala SDN Dukuh 2 Munjul, Tedi, memberikan penjelasan lanjutan terkait kejadian yang sempat menjadi perhatian masyarakat tersebut.

‎Menurut Tedi, pihak sekolah membenarkan adanya temuan hewan kecil pada salah satu ompreng makanan. Namun, berdasarkan hasil pengamatan dan penjelasan yang diperoleh, hewan tersebut bukan berasal dari makanan yang disajikan, melainkan diduga merupakan hewan sejenis kelabang kecil yang merayap dari lantai menuju ompreng setelah makanan dibuka.

‎"Setelah dilakukan komunikasi dan penelusuran bersama, kami menjelaskan bahwa yang ditemukan bukan berasal dari makanan yang dimasak. Hewan tersebut diduga sejenis kelabang kecil yang merayap dari bawah atau lantai menuju ompreng, bukan berasal dari menu yang disajikan," jelas Tedi.

‎Sementara itu, perwakilan SPPG Pasanggrahan Munjul melalui Aslap Kholid menyampaikan bahwa pihaknya menghormati setiap masukan dan laporan dari sekolah sebagai bahan evaluasi bersama demi meningkatkan kualitas pelayanan Program MBG.

‎"Kami langsung turun ke lapangan untuk memastikan informasi yang beredar. Komunikasi dengan pihak sekolah berjalan dengan baik, dan hasil klarifikasi yang disampaikan kepala sekolah menjadi bagian penting agar persoalan ini dapat dipahami secara utuh serta tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat," ujar Kholid.

‎Meski demikian, pihak SPPG Pasanggrahan Munjul tetap berkomitmen memperketat pengawasan terhadap proses produksi, pengemasan, hingga distribusi makanan guna memastikan standar kebersihan dan keamanan pangan tetap terjaga.

‎Pihak sekolah dan pengelola dapur SPPG juga sepakat untuk terus memperkuat koordinasi agar setiap temuan di lapangan dapat segera ditindaklanjuti secara cepat, sehingga Program Makan Bergizi Gratis yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi peserta didik dapat berjalan secara optimal.

‎Dengan adanya klarifikasi tersebut, diharapkan masyarakat dapat menyikapi informasi yang beredar secara proporsional dan menunggu hasil penelusuran yang dilakukan berdasarkan fakta di lapangan, sehingga tidak berkembang menjadi asumsi yang dapat menimbulkan keresahan maupun kesimpulan yang tidak utuh. 

‎**(Redaksi)**