Diduga Asal Jadi dan Tak Transparan, Proyek Paving Blok Banprov di Lebak Tuai Sorotan GOWI

Diduga Asal Jadi dan Tak Transparan, Proyek Paving Blok Banprov di Lebak Tuai Sorotan GOWI

Redaksi-one.com
LEBAK / Pembangunan paving blok di Kampung Kangaluwuk, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cileles, Kabupaten Lebak, yang bersumber dari Dana Bantuan Provinsi (Banprov) Banten, menuai sorotan tajam. Proyek tersebut diduga dikerjakan asal jadi dan minim transparansi, sehingga memicu kemarahan Gabungan Organisasi Wartawan Indonesia (GOWI).

GOWI yang di dalamnya tergabung Gabungnya Wartawan Indonesia (GWI) dan Asosiasi Wartawan Demokrasi Indonesia (AWDI) DPC Kabupaten Pandeglang menilai pelaksanaan proyek paving blok tersebut sarat kejanggalan. Mulai dari kualitas pekerjaan yang dipertanyakan hingga tidak adanya keterbukaan informasi anggaran kepada publik.

Koordinator GOWI, Raeynold Kurniawan, dengan tegas meminta pemerintah daerah dan dinas terkait untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap penggunaan anggaran di Desa Mekarjaya.

“Kami mendesak dinas terkait untuk mengaudit secara terbuka anggaran Banprov Banten, anggaran BUMDes, serta anggaran Program Katapang dari tahun 2023 sampai 2025. Jangan ada yang ditutup-tutupi, karena ini uang rakyat,” tegas Raeynold kepada wartawan. Di Sekretariatnya Senin (05/01/2026). 

Menurutnya, dugaan lemahnya pengawasan membuka ruang terjadinya penyimpangan anggaran. Ia menilai kondisi ini mencederai prinsip transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana publik, terlebih dana tersebut seharusnya digunakan untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat desa.

“Jika benar kualitas paving blok ini jauh dari standar, maka patut diduga ada persoalan serius dalam perencanaan maupun pelaksanaannya. Aparat pengawas internal jangan tutup mata,” tambahnya.

GOWI juga menegaskan akan terus mengawal persoalan ini dan tidak menutup kemungkinan membawa temuan-temuan di lapangan ke aparat penegak hukum apabila tidak ada langkah konkret dari pemerintah daerah.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak Pemerintah Desa Mekarjaya maupun dinas terkait belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Redaksi masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait guna mendapatkan klarifikasi dan memastikan keberimbangan informasi."


Bahrudin