Dugaan Menu Tak Layak,Siswa Jadi Korban -- GWI Dan LIN Soroti Dapur MBG Sobang Yayasan Al-ikhsan Ma'Arif

Dugaan Menu Tak Layak,Siswa Jadi Korban -- GWI Dan LIN Soroti Dapur MBG Sobang Yayasan Al-ikhsan Ma'Arif

Redaksi-one.com
Pandeglang-Banten / Program Makan Bergizi gratis ( MBG ) sebuah kebijakan strategis nasional yang diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto mulai Januari 2025. untuk memberikan makanan sehat dan bergizi secara gratis. Program ini bertujuan meningkatkan kualitas gizi, mencegah stunting, meningkatkan fokus belajar, serta mendorong ekonomi lokal. 

Soal program MBG sasaran utamanya Peserta didik (PAUD, pendidikan dasar, menengah, pesantren, anak balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Dengan tujuan kesehatan & SDM, dilanjutkan untuk menurunkan angka stunting, malnutrisi, dan meningkatkan kesehatan fisik/kecerdasan anak. Termasuk pendidikanya meningkat.

Namun sayangnya ada saja fakta dilapangan sangat buruk seperti yang ramai saat ini tersebarnya video, Siswa SMPN 2 Sobang Kecamatan Sobang Kabupaten Pandeglang Banten, Yang menunjukkan MBG yang diterima disekolah tersebut nampak ada belatung atau ulat di sayurannya dan ini menjadi sorotan tajam publik (Kamis/29/01/2026).


Salah satu warga kecamatan Sobang mengatakan." Bahwa kejadian tersebut benar dan kalau tidak salah baru kemarin kejadiannya ucap warga  kecamatan Sobang.

Hal serupa di ucapkan oleh warga kecamatan Sobang yang tak disebutkan inisialnya saat di konfirmasi via WhatsApp menerangkan." Bahwa itu yayasan Ma'arif, dapur kp.tanjakan, kecamatan sobang, Dan pengelolanya pak Encuk singkatnya.

Umaedi ketua lembaga Investigasi Negara (LIN) DPC Pandeglang  menegaskan, MBG adalah program strategis nasional yang menyangkut hak dasar anak untuk mendapatkan asupan gizi yang layak. Karena itu, setiap pihak yang terlibat wajib menjalankan tugas secara profesional dan transparan Jadi dalam hal ini semua aspek dinas terkait wajib tegas,Dan sidak ke bawah. Makanan yang dikonsumsi bila sudah kadaluarsa itu sudah pasti sangat membahayakan tegasnya.


 Raeynold Kurniawan ketua GWI pandeglang mendesak agar dilakukan audit terbuka terhadap pelaksana dapur MBG SPPG Yayasan Ma'Arif kampung Tanjakan Kecamatan Sobang Jangan sampai anggaran besar hanya habis di meja administrasi, sementara anak-anak hanya menerima sisa,” jelasnya.

Tak hanya itu, ketua GWI pandeglang juga meminta aparat pengawas internal pemerintah hingga aparat penegak hukum turun tangan jika ditemukan indikasi penyimpangan anggaran.Apalagi diduga makanan yang diberikan ke KPM sudah ada belatung atau ulat kuat dugaan sudah tak layak konsumsi, Lalu apa guna SPPG Apa guna Ahli Gizi

Jadi timbul pertanyaan kami apakah SPPG/ Dapur tersebut sudah memiliki alat tes dan tenaga ahli pangan yang memiliki sertifikat (HACCP) untuk memastikan kimia dan residu layak konsumsi dan kami pun menduga untuk ijin PBG pun diduga kuat belum ada, Kami meminta semua pihak terkait untuk audit total dapur tersebut.

Masyarakat kini menunggu langkah tegas dari pemerintah daerah dan dinas terkait. Program yang seharusnya menjadi solusi pemenuhan gizi anak justru terancam berubah menjadi skandal jika tidak segera dibenahi secara serius dan menyeluruh.

Sampai berita ini di terbitkan pihak dapur MBG Yayasan Al-Ikhsan Ma'arif belum terkonfirmasi.


Juwen