Kemarau 2026 Mengeringkan Pandeglang, BPBD-PK Sudah Distribusikan Air ke 16 Kecamatan
Pandrglang- Kemarau panjang mulai berdampak terhadap ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah Kabupaten Pandeglang, Banten. Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Kabupaten Pandeglang mencatat bantuan air bersih hingga saat ini telah didistribusikan ke 16 kecamatan yang mengalami krisis air.
Salah satu penyaluran dilakukan kepada masyarakat terdampak kekeringan di Kecamatan Cikeusik, Minggu (30/8/2026). Bantuan air bersih didistribusikan ke Kampung Cikeusik Kaler, Desa Cikeusik, serta Kampung Kiara Jangkung, Desa Sukasenang.
Penyaluran melibatkan personel BPBD-PK Kabupaten Pandeglang bersama unsur TNI dan pemerintah desa. Turut hadir Danramil 0116/Cikeusik Kapten Inf Purgiarto dan Kepala Desa Cikeusik Enur.
Kepala Desa Cikeusik, Enur, mengungkapkan masyarakat di wilayahnya telah mengalami kesulitan mendapatkan air bersih selama kurang lebih tiga setengah bulan akibat kemarau panjang.
“Selama kurang lebih tiga setengah bulan masyarakat mengalami kesulitan air bersih akibat kemarau panjang. Kami berharap pemerintah daerah, provinsi hingga pemerintah pusat dapat memberikan solusi jangka panjang agar persoalan seperti ini tidak terus berulang,” ujar Enur.
Enur juga menyampaikan terima kasih kepada BPBD-PK, Pemerintah Kabupaten Pandeglang dan jajaran TNI yang telah turun membantu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Krisis air tersebut turut dirasakan warga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ida, salah seorang warga Cikeusik, mengaku harus mengeluarkan biaya tambahan untuk mendapatkan air yang layak digunakan untuk memasak dan minum.
“Untuk memasak dan minum, kami harus membeli air sekitar Rp5.000 per galon. Sementara untuk mandi, kami terpaksa menggunakan air sungai yang sekarang kondisinya sangat keruh,” ungkap Ida.
Di tempat terpisah, Kepala Pelaksana BPBD-PK Kabupaten Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan, mengatakan musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih panjang. Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau berlangsung pada Agustus hingga September 2026.
Riza mengimbau masyarakat menggunakan persediaan air secara bijak. Warga yang wilayahnya mulai mengalami kesulitan air bersih juga diminta segera menyampaikan laporan melalui pemerintah desa atau kecamatan agar dapat ditindaklanjuti BPBD-PK.
“Kami mengimbau masyarakat agar lebih bijak dan hemat dalam menggunakan air bersih. Apabila membutuhkan bantuan air bersih, segera laporkan melalui pemerintah desa atau kecamatan untuk diteruskan kepada BPBD-PK Kabupaten Pandeglang,” katanya.
Menurut Riza, BPBD-PK Kabupaten Pandeglang sejauh ini telah mendistribusikan bantuan air bersih ke 16 kecamatan yang terdampak krisis air. Distribusi akan terus dilakukan dengan menyesuaikan laporan dan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Selain ancaman kekeringan, Riza mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kondisi vegetasi dan lahan yang mengering membuat api lebih mudah menyebar, sehingga masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran sampah maupun aktivitas lain yang berpotensi memicu kebakaran.
Sementara itu, Plt. Kasi Penanganan Kedaruratan BPBD-PK Kabupaten Pandeglang, Devy Pelansiani, menegaskan pihaknya akan terus merespons laporan masyarakat yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
“Kami berupaya untuk terus membantu masyarakat terdampak kekeringan di Kabupaten Pandeglang sesuai laporan yang masuk melalui desa maupun kecamatan,” kata Devy.
Penyaluran bantuan tersebut diharapkan dapat memenuhi kebutuhan mendesak warga selama musim kemarau. Namun, masyarakat terdampak juga berharap adanya solusi jangka panjang terhadap persoalan ketersediaan air agar krisis serupa tidak terus berulang setiap musim kemarau.














