Di Tengah Revitalisasi Situ Cikedal, Dugaan Limbah SPPG Jadi Sorotan, BGN dan Satgas Diminta Evaluasi menyeluruh.
Redaksi-one , PANDEGLANG I Upaya Pemerintah Provinsi Banten melakukan pembenahan dan revitalisasi Situ Cikedal justru diwarnai dugaan persoalan lingkungan. Di tengah proses penataan kawasan yang menjadi salah satu ruang publik dan objek wisata lokal tersebut, muncul temuan adanya pipa/paralon yang mengarah ke kawasan Situ Cikedal dan diduga berkaitan dengan pembuangan air sisa aktivitas dapur SPPG Aisha Cikedal.
Kondisi tersebut dinilai ironis. Pemerintah tengah berupaya memperbaiki dan menjaga kawasan Situ Cikedal, sementara di sisi lain terdapat dugaan aktivitas yang berpotensi memberikan beban pencemaran terhadap lingkungan situ.
Aktivis Panji Nugraha meminta persoalan tersebut tidak berhenti pada saling klaim antara pihak pengelola dapur dan masyarakat.
“Pemerintah sedang melakukan revitalisasi Situ Cikedal, mengeluarkan anggaran dan tenaga untuk membenahi kawasan tersebut. Jangan sampai di saat yang sama ada aktivitas yang justru berpotensi merusaknya. Ini harus menjadi perhatian serius,” tegas Panji.
Menurutnya, pihak KSPPG Aisha Cikedal sebelumnya menyatakan memahami aturan serta merupakan bagian dari BGN dan melakukan pengawasan di lokasi. Namun, menurut Panji, justru karena pihak pengelola mengaku memahami aturan, maka seluruh standar pengelolaan dapur, termasuk persoalan sanitasi dan limbah, harus dapat dibuktikan.
“Kalau memang semuanya sudah sesuai, silakan buktikan. Jangan hanya mengatakan paham aturan. Tunjukkan sistem IPAL-nya, jalur pembuangannya, dan pastikan ke mana outlet akhirnya bermuara. Kalau perlu diuji secara laboratorium,” ujarnya.
BGN dan Satgas Diminta Evaluasi Total
Panji tidak hanya meminta pemeriksaan terhadap saluran pembuangan, tetapi mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) dan Satgas MBG Kabupaten Pandeglang melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas dan keberadaan SPPG Aisha Cikedal.
Evaluasi tersebut, menurutnya, harus mencakup:
standar dan kelayakan bangunan dapur, sistem sanitasi dan higiene, keberadaan serta fungsi IPAL, jalur pembuangan air limbah, pengelolaan sampah dan sisa makanan;
kepatuhan, terhadap, SOP, BGN, kelayakan operasional dapur , pengawasan internal SPPG, serta tanggung jawab dan kinerja kepala/penanggung jawab SPPG.
“Kami meminta BGN dan Satgas jangan hanya mengevaluasi pipanya. Evaluasi secara keseluruhan dapur tersebut, termasuk kepala SPPG-nya. Karena kepala SPPG merupakan bagian penting dari pengendalian dan pengawasan operasional. Kalau ada persoalan mendasar tetapi tidak diketahui atau tidak ditindaklanjuti oleh kepala SPPG, tentu harus dipertanyakan fungsi pengawasannya,” kata Panji.
Ia menegaskan, evaluasi terhadap kepala SPPG bukan berarti langsung menyimpulkan adanya kesalahan pribadi, tetapi untuk memastikan sejauh mana fungsi pengawasan dan tanggung jawab pengelola telah dijalankan.
“Kami tidak sedang meminta orang dihukum tanpa pemeriksaan. Yang kami minta adalah evaluasi. Kalau memang kepala SPPG sudah menjalankan tugas dengan benar, tentu hasil evaluasi akan membuktikannya. Tetapi kalau ditemukan kelalaian atau pembiaran, BGN harus berani mengambil tindakan,” tegasnya.
Panji juga meminta Pemerintah Provinsi Banten dan pemerintah daerah ikut memastikan revitalisasi Situ Cikedal tidak hanya berhenti pada pembangunan fisik.
“Percuma situ direvitalisasi kalau pengawasan terhadap aktivitas di sekitarnya lemah. Situ ini harus dijaga setelah dibangun, bukan hanya ketika proyek revitalisasi berlangsung,” ujarnya.
Ia mendesak agar hasil pemeriksaan nantinya disampaikan secara transparan kepada masyarakat.
“Periksa, dokumentasikan, kalau perlu ambil sampel, kemudian sampaikan hasilnya. Kalau tidak ada pelanggaran, kami juga akan menghormati hasil pemeriksaan. Tetapi kalau terbukti ada pelanggaran atau pembuangan limbah yang tidak sesuai ketentuan, BGN dan Satgas jangan ragu memberikan sanksi,” pungkas Panji.
Dengan adanya persoalan tersebut, tuntutan kepada BGN dan Satgas MBG Kabupaten Pandeglang kini semakin mengerucut, yakni segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap SPPG Aisha Cikedal, memeriksa sistem pengelolaan limbah, menelusuri saluran yang mengarah ke Situ Cikedal, mengevaluasi kinerja kepala SPPG, serta mengambil tindakan sesuai ketentuan apabila ditemukan pelanggaran.
Sementara itu, hasil pemeriksaan lapangan dari unsur kesehatan dan instansi terkait masih dinantikan untuk memastikan secara objektif asal air, fungsi saluran, kondisi IPAL dan ada atau tidaknya dampak terhadap lingkungan Situ Cikedal. ( Red )














