GWI Soroti Insentif Cikayas Tak Cair Selama 10 Bulan? Ini Jelas Ada Masalah Serius

GWI Soroti Insentif Cikayas Tak Cair Selama 10 Bulan? Ini Jelas Ada Masalah Serius

Redaksi-one.com
Pandeglang-Banten / Polemik terkait dugaan belum direalisasikannya insentif kader di Desa Cikayas, Kecamatan Angsana, Kabupaten Pandeglang, memasuki babak baru. Hingga bulan November 2025, insentif yang menjadi hak para penerima dikabarkan tak kunjung cair selama 10 bulan, sejak Januari hingga Oktober tahun anggaran berjalan.

Sejumlah kader menyampaikan keluhan kepada redaksi bahwa pemerintah desa tidak memberikan kejelasan, sosialisasi, atau alasan resmi mengenai keterlambatan pembayaran tersebut. Mereka menilai Kepala Desa Cikayas telah mengabaikan kewajiban dasarnya dalam mengelola anggaran desa secara transparan.

Keterlambatan itu diduga kuat bertentangan dengan Permendagri No. 20 Tahun 2018 dan UU Desa No. 6 Tahun 2014, yang secara tegas mewajibkan kepala desa untuk mengelola anggaran secara tertib, akuntabel, dan tepat waktu. 

Namun hingga berita ini diterbitkan, Kepala Desa Cikayas belum memberikan penjelasan apa pun meski telah dikirim konfirmasi resmi oleh redaksi.

Ketua Gabungnya Wartawan Indonesia (GWI) DPC Kabupaten Pandeglang, Raeynold Kurniawan, turut angkat suara terkait persoalan tersebut. Pihaknya menilai ada dugaan kelalaian serius yang harus segera direspons oleh kecamatan dan inspektorat.

“Kok bisa insentif tidak cair selama 10 bulan? Ini bukan persoalan kecil. Jika anggaran sudah ada di APBDes, tapi tidak direalisasikan, berarti ada yang tidak beres dalam tata kelola keuangannya,” tegas Raeynold.

Raeynold juga menilai Kepala Desa Cikayas wajib bertanggung jawab dan memberikan klarifikasi terbuka kepada publik.

“Kades harus menjelaskan kepada masyarakat. Jangan diam. Keterlambatan seperti ini jelas melanggar prinsip transparansi dan akuntabilitas. Kami minta Camat Angsana dan Dinas terkait turun tangan memeriksa,” ujarnya.

Para kader berharap pemerintah desa segera mencairkan insentif yang menjadi hak mereka, terlebih di saat kondisi ekonomi masyarakat semakin berat.

Sementara itu, Acep Jumhani, S.Pd., MM saat dimintai tanggapan dan Klarifikasinya melalui pesan WhatsApp, Selasa (18/11/2025) mengatakan, punten abdi masih sakit pak (maaf saya masih sakit pak) 

"Abdi masih sakit pak, cobi kin konfrimasi ke Kadesnya langsung (saya masih sakit pak, coba nanti kita Konfirmasi ke Kadesnya langsung," Ujar Camat Angsana

Persoalan ini dipastikan terus bergulir hingga ada kejelasan dan pertanggungjawaban dari pihak terkait.

Juwen