Semarak Maulid Nabi di Kadugading Menes, 500 Warga Bersatu dalam Cinta kepada Rasulullah SAW

Semarak Maulid Nabi di Kadugading Menes, 500 Warga Bersatu dalam Cinta kepada Rasulullah SAW


PANDEGLANG — Warga Kampung Kadugading, Desa Menes, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW pada Sabtu, 12 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Jami Nurul Falah Kadugading tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi, memperkuat persaudaraan, serta menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Acara dimulai pukul 20.30 WIB hingga 22.45 WIB dan diikuti sekitar 500 jamaah yang datang dari berbagai kampung di lingkungan Desa Menes.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini turut dihadiri para kiai dan ulama dari sejumlah kampung di lingkungan Desa Menes, Camat Menes, Penjabat Kepala Desa Menes, Sekretaris Desa Menes, serta para undangan dari berbagai wilayah di Kecamatan Menes.

Mengusung tema “Maulid Nabi Sebagai Momentum Menumbuhkan Mahabbah Kepada Rasulullah SAW dan Mengamalkan Akhlakul Karimah”, kegiatan tersebut menghadirkan penceramah Al Ustadz Ade dari Kampung Menes, Desa Menes, serta Qori Ustadz Sarda dari Kampung Kadutanggay, Desa Purwaraja, Kecamatan Menes.

Maulid Nabi, Momentum Memperkuat Persaudaraan
Ketua Panitia Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Bambang Tri Subhi, mengatakan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar agenda tahunan, melainkan bentuk kecintaan umat Islam kepada Rasulullah SAW sekaligus sarana mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.

“Kegiatan Maulid ini sebagai bentuk rasa cinta kepada Rasulullah SAW, mempererat silaturahmi antarwarga, serta menjadi momentum untuk memperkuat persaudaraan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” ujar Bambang Tri Subhi.

Ia menambahkan, melalui tema yang diangkat, pihaknya berharap peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tidak hanya menjadi acara seremonial formal, tetapi juga menjadi sarana introspeksi diri bagi umat Islam.

“Dengan mengangkat tema Maulid Nabi sebagai momentum menumbuhkan mahabbah kepada Rasulullah SAW dan mengamalkan akhlakul karimah, kami berharap warga Kampung Kadugading, Menes, tidak hanya menjadikan peringatan ini sebagai acara seremonial saja, melainkan sebagai sarana introspeksi diri umat Islam dan dapat mengimplementasikan suri teladan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Penjabat Kepala Desa Menes, Sutikno, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diikuti ratusan warga dari berbagai kampung.

Menurutnya, kegiatan keagamaan seperti ini memiliki peran penting dalam memperkuat persatuan dan membangun kebersamaan di tengah masyarakat.
“Saya berharap silaturahmi dan persatuan antarwarga terus ditumbuhkan. Semoga dengan adanya kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, warga Kampung Kadugading khususnya, dan umumnya warga Desa Menes, dapat terus solid dan bersatu dalam hal apa pun,” kata Sutikno.

Ia berharap makna peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat terus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, terutama melalui keteladanan akhlak Rasulullah SAW.

Sementara itu, Camat Menes, Usep Sudarmana, mengapresiasi kekompakan dan antusiasme warga dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Ia berharap semangat persatuan, persaudaraan, dan silaturahmi yang terbangun melalui kegiatan tersebut dapat terus dipelihara dan menjadi kekuatan bersama dalam membangun Kecamatan Menes.

“Saya berharap kekompakan, persatuan, persaudaraan, dan silaturahmi antarwarga tidak hanya sampai pada acara ini. Mudah-mudahan kekompakan ini dapat terus berlangsung dalam kehidupan sehari-hari dan dapat berkolaborasi dalam membangun Kecamatan Menes,” tutur Usep.

Dalam kesempatan tersebut, Usep juga menyoroti tantangan perkembangan teknologi, khususnya dampak negatif yang dapat memengaruhi generasi muda. Salah satunya adalah maraknya judi online (judol) yang dinilai semakin meresahkan masyarakat.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh warga untuk bersama-sama meningkatkan pengawasan dan kepedulian terhadap penggunaan teknologi, terutama di kalangan pelajar dan pemuda.

“Kita mengetahui bahwa saat ini dampak negatif dari kecanggihan teknologi sangat berbahaya, terutama di kalangan pemuda. Salah satunya judi online atau judol yang sudah sangat meresahkan. Maka dari itu, kami berharap warga dapat berkolaborasi dengan pemerintah kecamatan untuk meningkatkan pengawasan terhadap dampak negatif kemajuan teknologi ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Usep Sudarmana mengungkapkan bahwa Pemerintah Kecamatan Menes saat ini sedang merancang sejumlah program yang berorientasi pada pembinaan generasi muda, di antaranya Menes Manis Mengaji dan Menes Sigap Pelajar.

Program tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya bersama dalam membangun karakter, meningkatkan pembinaan keagamaan, serta menjaga generasi muda dari berbagai pengaruh negatif perkembangan teknologi.

“Pemerintah Kecamatan Menes sedang merancang program Menes Manis Mengaji dan Menes Sigap Pelajar, yang nantinya membutuhkan kolaborasi dan keterlibatan warga setempat untuk menjaga generasi muda agar terhindar dari hal-hal negatif dari teknologi,” tambahnya.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jami Nurul Falah Kadugading, Menes, berlangsung dengan penuh khidmat dan antusiasme masyarakat.
Kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa semangat mencintai Rasulullah SAW tidak hanya diwujudkan melalui peringatan tahunan, tetapi juga melalui upaya mengamalkan akhlakul karimah, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menjaga persatuan dan kepedulian sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Dengan semangat Maulid Nabi Muhammad SAW, warga Kadugading dan masyarakat Desa Menes diharapkan terus menjaga kekompakan, memperkuat kebersamaan, serta berkolaborasi dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang religius, harmonis, dan peduli terhadap masa depan generasi muda.

Maulid Nabi Muhammad SAW — Menumbuhkan Mahabbah, Mengamalkan Akhlakul Karimah, Memperkuat Persaudaraan.